Nakal = Perilaku Menyimpang?

7/29/2008 | Baca : 3139 | Komentar : 0

Anak nakal? Tidak perlu khawatir...  Sebab melalui kenakalannya, ia mendapatkan pelajaran bagi perkembangan jiwanya. Asalkan jangan keterlaluan. Lalu, bagaimana cara membedakannya?

Sangat penting untuk Anda sebagai orangtua membantu anak untuk dapat berperilaku baik agar ia dapat diterima di lingkungan manapun. Pahami tingkah laku normal pada tiap tahapan anak agar dapat bertindak dengan benar sesuai saat menghadapi kenakalannya. Para ahli mengutarakan terdapat beberapa faktor tertentu yang dapat menentukan faktor menyimpang pada anak, antara lain proses tumbuh kembang yang tidak sesuai dengan harapan orangtua dan norma-norma sosial.

Anak yang berusia 2 tahun mulai belajar bicara dan mengekspresikan dirinya dengan menggigit atau marah. Perilaku demikian masih termasuk perilaku yang dapat diterima. Namun jika anak telah berusia 8 tahun yang sudah dapat bicara dan masuk sekolah, seringkali marah, maka inilah yang disebut sebagai penyimpangan perilaku. Penyimpangan perilaku seringkali timbul akibat harapan dari orangtua. Banyak orangtua yang mengharapkan anaknya yang berusia 3 tahun bersikap tenang. Hal ini tidak benar, karena pada saat anak berusia 3 tahun, seharusnya ia lebih banyak bereksplorasi. Anak harus memegang, melihat, berinteraksi dengan lingkungan. Anda tidak dapat mengharapkan anak 3 tahun bersikap seperti layaknya anak berumur 6 tahun, karena dapat membuat orangtua menjadi kecewa nantinya.

National Network for Child Care menjelaskan apa saja yang dapat diharapkan berdasarkan tahapan usia anak :

Usia bayi
Anak lebih sering menangis pada tahap ini. Ia kan menangis jika merasa lapar, haus, sakit, takut terhadap orang yang tidak dikenalnya. Mereka akan merangkak dan bereksplorasi. Bayi akan memasukkan benda ke dalam mulutnya. Perhatian bayi mudah sekali dialihkan. Anda dapat memberinya benda yang berwarna mencolok dan aman baginya. Hati-hati pada stop kontak di rumah!

Usia balita
Pada tahap ini, anak seringkali bermasalah dengan makanan. Anak akan makan dengan berantakan karena keterampilan motoriknya belum berkembang dengan baik. Anak tertarik terhadap apa saja, ia juga senang menguji keterbatasan fisik yang dimilikinya. Anak pada tahap ini sangat mudah mengikuti petunjuk atau aturan jika diingatkan. Namun saat ia menemukan kata kendali, tentu saja ini merupakan pilihan lain untuk mereka. Anda dapat memberi mereka pilihan, karena pada tahap ini, anak sudah dapat memilih.

Usia prasekolah
Anak pada tahap ini cenderung bersikap menyelidik dan seperti bos. Anak suka membesar-besarkan, mengarang cerita, merasa nyaman jika bersama dengan teman sebayanya. Bertengkar berebut mainan merupakan hal umum yang terjadi, dan Anda dapat mengatasi konflik yang terjadi dengan metode time out.

Usia sekolah awal
Anak pada tahap ini sering ingin membuat orang-orang senang. Kadang mereka bertingkah laku seperti orang dewasa, kadang seperti bayi. Anak mungkin saja memiliki perilajku yang berbeda selama di rumah atau di sekolah. Ia senang perhatian. Perilaku mereka akan menyimpang bila anak merasa berbuat jahat padahal hanya untuk meminta perhatian orang-orang dewasa di sekitarnya.


Penyimpangan perilaku yang terkadang timbul masih wajar. Namun sebenarnya, orang-orang dan lingkungan yang melingkari anak tersebut berperan besar terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi.

Psikolog menjelaskan bahwa penyimpangan perilaku anak disebabkan karena :

Menginginkan perhatian
Orangtua tidak boleh menunjukkan perhatian pada saat anak bertingkah laku nakal, mengejutkan, atau jahat. Anak akan merasa dengan ia melakukan hal-hal buruk tersebut, ia baru akan mendapat perhatian dari orangtuanya.

Menginginkan kendali atau kekuatan
Anak merasa putus asa akibat kondisi-kondisi tertentu. Oleh karena itu anak berfikir dengan melakukan penyimpangan

Komentar :

Tidak ada komentar untuk artikel ini




Anda harus login untuk dapat memberi komentar

Login
Banner
Banner
Banner