Menyiasati Bayi tersedak Akibat ASI Berlebih

7/7/2008 | Baca : 6784 | Komentar : 0

Hiperlaktasi merupakan suatu kondisi di mana produksi ASI ibu melimpah. Dengan refleks pengaliran air susu yang ringan dapat membuat ASI memancar dengan sangat deras, sehingga seringkali menyebabkan bayi tersedak dan kemudian muntah.
 
Namun ibu tidak perlu khawatir, karena beberapa kiat berikut dapat membantu Anda untuk mencegah bayi tersedak :

  • Sebelum mulai menyusui bayi, perahlah sedikit ASI.
    Tindakan ini akan memperlambat aliran ASI yang keluar saat disusukan pada bayi. Sebaiknya Anda tidak memerah ASI dalam jumlah yang terlalu banyak, dan jangan melakukannya di antara dua waktu menyusui. Karena semakin banyak ASI yang Anda perah dan semakin sering Anda merangsang payudara, maka semakin banyak tubuh Anda memproduksi ASI.

 

  • Cobalah menyusui lebih sering dalam berbagai posisi.
    Umumnya posisi yang sesuai untuk mengatasi masalah hiperlaktasi ini adalah posisi ibu setengah tidur dan bayi ditengkurapkan di dada ibunya. Dalam posisi ini, aliran ASI mengarah ke atas, sehingga keluarnya ASI tidak terlalu deras.

Sedangkan untuk mengurangi produksi ASI, Anda dapat melakukannya dengan menyisakan ASI di dalam payudara. upayakanlah agar bayi tidak terlalu lama menyusu. Seiring dengan berkurangnya jumlah ASI yang keluar dari payudara pada satu waktu menyusui, tubuh ibu pun akan mengurangi produksi ASI-nya.

Mengurangi produksi ASI tersebut perlu waktu. Sebaiknya Anda dapat bersabar dan jangan terlalu mudah putus asa. Sebaiknya Anda juga tidak berfikir bayi akan menolak Anda selamanya. Ia hanya belum mampu mengatasi derasnya aliran ASI saat ini, dan akan terus berupaya mengatasinya bersama-sama dengan Anda. Sementara itu, untuk mencegah baju Anda kotor karena ASI, gunakanlah breast pads dan baju atasan yang bermotif. Tidak ada salahnya bila Anda mendonorkan kelebihan ASI Anda tersebut ke rumah sakit. Kelebihan ASI Anda akan sangat bermanfaat bagi banyak bayi lain.

Bila tidak ada satu cara pun yang berhasil pada Anda, segeralah temui dokter atau konsultan laktasi. Hiperlaktasi mungkin membuat bayi sulit menyusu, namun hal ini tidak akan membahayakannya. Selain itu, kabar baiknya adalah tubuh Anda memproduksi makanan dalam jumlah berlimpah, sehingga bayi dapat tumbuh kembang optimal.

Komentar :

Tidak ada komentar untuk artikel ini




Anda harus login untuk dapat memberi komentar

Login
Banner
Banner
Banner