ISPA pada Anak

2/29/2012 | Baca : 9535 | Komentar : 0 ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Kemungkinan yang terajdi adalah dikarenakan infeksi saluran respiratorik, yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan respiratorik mereka, tidak hanya pada masa tumbuh kembang namun juga dapat berpengaruh hingga dewasa, karena penyakit-penyakit saluran pernaapsan pada bayi dan anak-anak mempunyai kemungkinan menyebabkan kecacatan pada masa dewasa. Kesehatan respiratorika ini akan menuntun mereka pada perkembangan yang optimal bersama-sama dengan system imun bayi dan anak-anak. Rentannya anak adalah karena kekebalan tubuhnya belum begitu sempurna layaknya orang dewasa, terlebih lagi pada anak yang memiliki riwayat ISPA pada keluarganya.

ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting bagi bayi dan anak. Fakta yang ditemukan tentang penyakit ISAP pada anak adalah:
Menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi.
Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya.
40 % – 60 % dari kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA.
Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % – 30 %.
Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan.

Faktor pendukung yang menyebabkan bayi dan anak terserang ISPA dan hal-hal yang dapat menularkan adalah:
Air ludah, darah, bersin, udaar pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya.
Bayi kurang gizi.
Lingkungan yang tidak hygiene.
Kemungkinan infeksi silang
Beban immunologisnya terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, serta tidak tersedianya atau berlebihannya pemakaian antibiotik.

Tanda-tanda ISPA:
Napas tak teratur dan cepat, retraksi/ tertariknya kulit kedalam dinding dada, napas cuping hidung/napas dimana hidungnya tidak lobang, sesak kebiruan, suara napas lemah atau hilang, suara nafas seperti ada cairannya sehingga terdengar keras.
Denyut jantung cepat atau lemah, hipertensi, hipotensi dan gagal jantung.
Gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, kejang dan koma.
Letih dan berkeringat banyak.
Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun, anak tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk.
Tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam dan dingin

Oleh karena hal tersebut, diperlukan nutrisi lengkap termasuk DHA, ARA, Vitamin A, Vitamin E dan mineral Zink untuk membantu mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). “Pola makan seimbang serta cara makan, bisa meminimalisir wabah, seperti yang marak saat ini misalkan ISPA,” kata Prof. Dr. Bidasari Lubis, Sp A(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara.

Komentar :

Tidak ada komentar untuk artikel ini




Anda harus login untuk dapat memberi komentar

Login
Banner
Banner
Banner