Pentingnya permainan untuk stimulasi anak

10/14/2011 | Baca : 3372 | Komentar : 0

Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Terutama halnya pada anak-anak, sementara adaorang tua yang mengira bahwa anak yang terlalu sering main, akan menyebabkan anak malas belajar dan bodoh. Pendapat ini kurang bijak karena beberapa ahli menyebutkan bahwa bermain sangat bergunan untuk perkembangan jiwa anak.

Saat ini orang tua sepertinya memaksa anaknya untuk selalu membaca buku, sementara tidak memperhatikan kemmampuan anaknya untuk menyerap pelajaran dari buku tersebut. Hal ini tentunya tidak menguntungkan siapapun. Sementara dis elang waktunya, si anak bermain dengan segala iamjinasinya, misalnya menyusun balok dan bermain rumah-rumahan, yang secara tersirat merupakan aplikasi mereka yangsedang membangun keterampilan hidup yang krusial dan menyiapkan otak mereka untuk tantangan yang kelak akan dihadapinya.

Manfaat bermain bagi anak adalah :

  1. Berperilaku lebih baik
    Berdsarkan penelitian, anak-anak berperilaku lebih baik di kelas ketika mereka punya waktu lebih banyak untuk bermain di taman. Anak-anak yang memiliki waktu istirahat 15 menit di sela pelajaran memiliki perilaku yang lebih baik selama di kelas. Sayangnya lebih dari 10.000 anak dalam penelitian ini hanya memiliki waktu jeda kurang dari 15 menit setiap harinya. 
  2. Bekerja dalam tim
    Bermain juga mengajarkan anak berempati. Dengan bermain dalam kelompok anak akan belajar memperhatikan perasaan orang lain. Aktivitas bermain juga membuat anak belajar mengatur emosinya, keterampilan yang sangat membantunya menghadapi masalah di masa depan.
  3. Banyak bergerak
    Asosiasi Penyakit Jantung Amerika merekomendasikan anak-anak berusia di atas dua tahun harus melakukan aktivitas fisik yang disukainya sedikitnya sejam setiap hari. Bukti ilmiah juga menunjukkan anak yang aktif akan tumbuh menjadi orang dewasa yang aktif dan lebih menyukai olahraga.
  4. Meningkatkan kemampuan belajar
    Makin baik hasil tes aktivitas fisik anak, makin bagus pula kemampuan tes akademik mereka. Walau terkesan main-main namun dari berbagai permainan yang dilakukannya sebenarnya anak bisa belajar banyak hal, seperti matematika dan kemampuan berbahasa.
  5. Membuat gembira
    Bermain merupakan dunia anak. Kegembiraan dari aktivitas permainan telah diteliti oleh kelompok peneliti di sekolah lingkungan miskin yang anak-anaknya banyak yang putus sekolah. Mereka mengajarkan anak-anak aneka permainan di taman bermain. Hasilnya diketahui anak-anak merasa lebih aman dan merdeka setelah bermain. Seperti halnya orang dewasa yang butuh waktu jeda untuk melepaskan tekanan, anak-anak juga.

Macam-macam permainan untuk perkembangan  jiwa anak :
Permainan aktif :

  • Bermain bebas dan spontan
    Dengan permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba dan mengenal hal-hal baru.
  • Sandiwara
    Anak menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan nayta dan mass media.
  • Bermain Musik
    Anak mengembangkan tingkah laku sosialnya, dengan bekerja sama dengan teman-teman dalam musik, memaninkanalat music dan menyanyi.
  • Mengumpukan atau mengoleksi sesuatu
    Rasa bangga anak telah mempunyai koleksi unik atau koleksi yanglebih banyak dibandingkan teman-temannya.
  • Permainan Olahraga
    Mengembangkan fisiknya yang sedang masa pertumbuhan serta mendorong sosialisasi anak.

Permainan Pasif :

  • Membaca
    Memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga mereka mengembangkan kreativitas dan imajinasinya ke arah yang lebih baik.
  • Mendengarkan radio
    Menambah pengetahuannya dengan mendengar. Namun, harus dipastikan bahwa siaran tersebut memang untuk anak dengan bahasa yang sesuai dengan mereka.
  • Menonton Televisi
    Siara yang berkualitas dan bertanggungjwab dapat meningkatkan daya pikir anak untuk menjadi lebih mengembangkan imajinasinya dengan apa yang dilihatnya.

Komentar :

Tidak ada komentar untuk artikel ini




Anda harus login untuk dapat memberi komentar

Login
Banner
Banner
Banner