"Masyarakat harus kritis," ujar Prof. dr. Frans D. Suyatna, PhD, SpFK, guru besar Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. Banyak orang yang kurang pemahamannya mengkonsumsi multivitamin, mineral dalam dosis tinggi, dan suplemen-suplemen lainnya yang berasal dari negara lain. Padahal bukan tidak mungkin produk itu hanya cocok untuk masyarakat di negara suatu suplemen diciptakan. Jika orang asia seperti kita yang memiliki fisik lebih kecil dan tidak cocok mengkonsumsi suplemen tersebut, dapat berbahaya.
Suplemen dapat berupa nutrisi seperti vitamin, atau non nutrisi, seperti herbal yang sebenarnya tidak esensial (dalam arti tidak diperlukan oleh tubuh).
Suplemen pada umumnya harus dikonsumsi setiap hari. Beragam fungsi suplemen bagi tubuh untuk:
Kandungan yang terkandung dalam suplemen cukup luas, misalnya: vitamin, multivitamin, atau makanan bergizi lainnya. Terkadang juga ditambahkan madu, herbal, dan mineral di dalamnya.
Tidak semua orang memerlukan suplemen. Walaupun dalam kondisi tubuh tertentu, suplemen memang diperlukan tubuh. Misalnya:
Jaga asupan vitamin (terutama yang larut dalam lemak), misalnya: vitamin A, D, E, dan K agar tidak berada pada dosis tinggi. Sebab jika diasup dalam jumlah esar dan terus menerus akan disimpan di dalam hati, yang lama kelamaan akan mengendap dan memicu penyakit. Hindari mengkonsumsi vitamin E lebih dari 400 gr sehari secara terus menerus.
Selain itu, jaga juga pada asupan vitamin yang larut air (misalnya vitamin C). Kelebihan dosis pada vitamin C namun masih Kurang dari 1000 mg, dapat ditolerir oleh tubuh. Jika di atas 1000 mg, terutama dengan kondisi konsumsi air putih yang kurang dapat menyebabkan batu ginjal.
Cara bijak memilih cuplemen:
Beberapa fakta yang harus diperhatikan:
Sumber: berbagai sumber