Varises Testis

11/3/2008 | Baca : 5858 | Komentar : 0

Varises testis terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah vena di testis. Ditandai dengan adanya gumpalan berbentuk seperti cacing pada kantung testis yang akan terasa jika diraba. Dalam stadium ringan, gumpalan yang ada berjumlah sedikit. Sedangkan untuk stadium berat, jumlah yang ada cukup banyak.

Varises testis umumnya terjadi sejak anak-anak dan menyerang testis sebelah kiri, 10% menyerang sebelah kanan, dan 3% menyerang kedua testis. Namun, jika kedua hal tersebut terjadi, maka kemungkinan besar pasien juga menderita tumor ginjal. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan, di mana sejak lahir dinding pembuluh darah di testis tidak dapat berfungsi dengan baik. Kondisi yang demikian menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah pada testis.

Keluhan baru muncul setelah dewasa, berupa adanya rasa pegal dan sakit pada testis. Rasa sakit itu akan lebih terasa setelah bercinta. Hal tersebut disebabkan karena pada saat bercinta, testis berkontraksi mengeluarkan sperma. Kontraksi itu menyebabkan varises meregang dan kemudian timbullah rasa sakit.

Ada beberapa teori yang melatarbelakangi pernyataan bahwa varises testis dapat menyebabkan kemandulan. Yang pertama, karena adanya pelebaran pembuluh darah di testis menyebabkan darah berkumpul di tempat tersebut. Akibatnya suhu menjadi naik dan semakin panas. Peningkatan suhu menyebabkan sperma tidak aktif dan berkualitas rendah. Dalam keadaan yang demikian sangat tidak memungkinkan terjadinya kehamilan. Kedua, Katekolamin (zat racun yang dihasilkan oleh ginjal) menyebabkan sel pembentuk sperma menjadi tidak aktif. Dan yang ketiga, pelebaran pembuluh darah di testis menyebabkan darah kotor yang berasal dari pembuluh vena lebih banyak dari darah putih yang berasal dari pembuluh arteri. Darah kotor tersebut membawa sejumlah radikal bebas yang mampu merusak kualitas sperma.

Varises testis tidak dapat diatasi dengan obat-obatan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjalani operasi. Namun operasi tidak mampu memperbaiki kerusakan testis hingga 100%, hanya sekitar 60%. Hal ini disebabkan karena varises telah membuat testis sedemikian rusak. Operasi dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah urologi.

Beberapa cara untuk mengetahui stadium varises testis, yaitu:

  1. Stadium ringan : jika setelah mengedan, akan teraba gumpalan seperti cacing di testis.
  2. Stadium sedang : jika testis diraba (tanpa harus mengedan terlebih dahulu), terdapat gumpalan seperti cacing di testis.
  3. Stadium berat : jika tanpa mengedan dan meraba, terlihat ada gumpalan seperti cacing di testis.

Beberapa tips untuk mencegah varises testis, yaitu:

  1. Hindari penggunaan celana jins yang terlalu ketat karena celana yang ketat akan memberikan tekanan dan mengganggu fungsi testis.
  2. Hindari berendam di air panas.
  3. Hindari merokok dan minum alkohol.
  4. Hindari stres.
  5. Hindari duduk terlalu lama karena akan membuat testis dalam posisi tertekan.
  6. Gunakan pakaian pelindung jika bekerja di tempat yang bersuhu panas.
  7. Olahraga teratur.
  8. Istirahat yang cukup.
  9. Konsumsi vitamin.

Komentar :

Tidak ada komentar untuk artikel ini




Anda harus login untuk dapat memberi komentar

Login
Banner
Banner
Banner