Operasi Sesar, Vakum atau Forsep

7/10/2008 | Baca : 4566 | Komentar : 2

Operasi Sesar, Vakum atau Forsep kadang-kadang persalinan menemui hambatan yang tak terelakkan. Sebagai contoh, saat panggul ibu terlalu kecil untuk dilewati bayi, atau bayi terlalu besar, dsb. Saat itu, dibutuhkan bantuan supaya persalinan bisa berlanjut dan bayi bisa lahir dengan selamat. Yang paling sering digunakan adalah persalinan dengan vakum, forsep, atau sesar.

Forsep
Forsep berupa alat logam menyerupai sendok. Bedanya dengan vakum, ektraksi forsep bisa dilakukan tanpa tergantung tenaga ibu, jadi bisa dilakukan meskipun ibu tidak mengedan (misalnya saat terjadi keracunan kehamilan, asma atau penyakit jantung). Persalinan denga forsep relatif lebih berisiko dan lebih sulit dilakukan, namun kadang terpaksa dilakukan juga apalagi jika kondisi ibu dan anak sangat tidak baik.

Sesar
Operasi sesar adalah persalinan dimana janin dilahirkan melalui sayatan pada dinding perut dan rahim. Dewasa ini, banyak orang memilih melahirkan lewat sesar karena mengira lebih mudah dan tidak nyeri. Sebenarnya tidak demikian, karena selain seringkali timbul nyeri hebat setelah operasi selesai, operasi sesar juga tidak selalu mudah dikerjakan dan bebas resiko. Komplikasi yang bisa timbul diantaranya perlekatan organ-organ dalam rongga panggul setelah operasi, atau gangguan susunan saraf janin akibat penggunaan obat-obat anestesi (bius). Karena itu, sebaiknya sesar hanya dilakukan manakala benar-benar dibutuhkan, misalnya janin benar-benar tidak dapat lahir lewat jalan lahir biasa (misalnya panggul sempit, janin terlalu besar, plasenta letak rendah, dll), atau ada keadaan gawat darurat yang butuh persalinan segera.

Vakum
Vakum adalah semacam alat pengisap (negative-pressure vacuum extractor) yang digunakan untuk membantu keluarnya bayi. Persalinan dengan menggunakan vakum biasanya disebut ekstraksi vakum. Vakum membantu memberi tenaga tambahan untuk mengeluarkan bayi, dan biasanya digunakan saat persalinan sudah berlangsung terlalu lama dan ibu sudah terlalu capek serta tidak kuat meneran lagi. Caranya, alat vakum yang berbentuk seperti pengisap dengan mangkok karet ditempelkan di kepala bayi yang sudah tampak di jalan lahir. Setelah kepala sudah menempel pada mangkuk vakum, dilakukan tarikan bersamaan dengan saat his / gerakan mengejan. Dengan demikian perlahan-lahan bayi bisa dilahirkan. Setelah penggunaan vakum, biasanya kepala bayi tampak agak benjol, hal ini wajar saja akibat isapan vakum, dan akan hilang sendiri nantinya. Karena vakum dilakukan dengan bantuan tenaga mengedan ibu, metode ini biasanya tidak dilakukan saat ibu tidak diperkenankan mengedan akaibat kondisi medis tertentu (misalnya menderita keracunan kehamilan atau asma berat).

Sumber: Buklet Prenagen "Mengenal Seluk Beluk Persalinan"

Komentar :

nailly, fatmawati

enakan normal aja yach..........

siti, nenti

lebih baik normal ^_^





Anda harus login untuk dapat memberi komentar

Login
Banner
Banner
Banner